SOS (Sopo Ora Sibuk)

Identitas Buku :

  • Judul buku : SOS ( Sopo Ora Sibuk)
  • Pengarang : Much. Khoiri
  • Penerbit : Tankali
  • Tanggal Terbit : Maret 2020
  • ISBN : 978-623-7451-24-2
  • Tebal halaman : 167 halaman

Buku kecil bersampul biru dengan gambar seorang pria sedang menulis terkesan buku sederhana, tak menampakan keistimewahan jika tidak dilihat siapa penulisnya. Tulisan edisi revisi berwarna orange menunjukan buku ini sudah cetak ulang yang berarti termasuk buku yang laku dipasaran. Buku yang pada awal diterbitkan merupakan buku tercepat ditulis karena diselesaikan dalam 9 hari. Much Khoiri, tokoh hebat penulis buku ini adalah dosen dari FBS Universitas Negeri Surabaya (Unesa) juga seorang trainer berbagai pelatihan literasi, editor, penggerak literasi dan owner Rumah Virus Literasi. Beliau termasuk dalam 50 tokoh inspiratif alumni unesa. Beliau telahmenerbitkan 43 judul buku tentang budaya, sastra dan menulis kreatif. Beberapa sebutan akrab beliau  di kalangan komunitas literasi  adalah Pak Blantik, mr. Emcho, Dulgemuk.

Buku ini ditulis dari pengalaman pribadi penulis yang berhasil menekuni menjadi penulis produktif di dalam kesibukannya. Dikemas dengan bahasa sederhana, ringan, mudah dipahami dengan kalimat kalimat yang mendunia dialami oleh banyak orang membuat orang tertarik untuk menyelesaikan membaca. Pengalaman penulis yang mengilhami buku ini sehingga tidak membuat teori yang dipaparkan menjadi  realistis. Menepis alasan banyak orang yang membuat alasan tidak menulis karena kesibukan. Buku sopo ora sibuk mengatakan bahwa semua orang sesungguhnya sibuk, tidak ada orang yang tidak sibuk. Kesibukan bisa menjadi kekuatan, peluang, kendala dan ancaman tergantung dari bagaimana seseorang menyikapinya. Jika sikapnya positif maka kesibukan akan meniadakan kendala dan ancaman sehingga semua energi mengarah pada kekuatan dan peluang. Kemampuan manusia menerapkan manajemen kesibukan, membagi waktu dengan cerdas dan bijaksana diperlukan untuk membuat seseorang mampu menulis dalam kesibukan. Setelah seseorang  manajemen kesibukan dengan cerdas, selanjutnya diperlukan mendidik diri menulis. Mendidik diri diisi dengan memperbanyak latihan menulis.

Buku ini memberikan tuntunan bagaimana memulai menulis dan mengelola kesibukan sehingga di dalam kesibukanpun sesorang tetap bisa berkarya. Tuntunan  bagi orang-orang yang baru memulai belajar menulis, juga bagi penulis supaya lebih eksis dan semakin produktif berkarya. Strategi-strategi yang membumi menjadi solusi bagi banyak orang dalam menghadapi tantangan menulis. 17 strategi yang dituliskan dalam buku ini adalah :

  1. Tetapkan niat. Untuk menulis seorang harus menetapkan niat. Apapun niatnya itu sah-sah sja yang penting bisa memberikan daya dorong yang kuat untuk menulis. Menghadapi kemalasan, kesibukan dan alasan-alasan yang lain untuk tidak menulis
  2. Rajinlah membaca. Bagi penulis membaca itu wajib, untuk memberikan asupan gisi atau nutrisi untuk akal dan jiwa kita. Dengan banyak membaca, baik bahan tekstual, inspirasi akan mudah timbul. Jika seorang banyak membaca, simpanan pengetahuan akan keluat ketika ada pemicu.
  3. Gunakan alat perekam. Rekaman berfungsi sebagai daftar ide, memungkinkan seorang memiliki detail atau gambaran rinci tentang objek tulisan, menata ide eksplorasi, memaksa bersikap terbuka akan informai, data dan pengalaman. Beberapa alat perekam yang bisa digunakan adalah: note book, buku tulis, kamera, smartphone.
  4. Mengobarkan inspirasi. Membaca teks dan konteks merupakan prasyarat penting bagi terbangunnya wawasan luas, tempat benih-benih inspirasi memungkinkan tumbuh. Inspirasi itu dikontruksi, diciptakan atau dikondisikan.
  5. Menentukan waktu utama. Memilih waktu utama untuk menulis penting bagi seorang yang menekuni menulis. Waktu yang perlu disisihkan khusus diluar kesibukan.
  6. Menulis bebas. Untuk melatih diri agar lancar menulis, kiat yang sangat jitu adalah menulis bebas, tidak terjerat aturan-aturan dan kaidah-kaidah menulis secara kaku.
  7. Menulis dalam hati. Menulis dalam hati tidak lebih mudah dari membaca dalam hati. Jika membaca juga melibatkan ketrampilan kritis untuk menangkap dan memahami makna, menulis melibatkan ketrampilan memunculkan gagasan untu. k dikomunikasikan kepada orang lain.
  8. Menulis di waktu utama. Gunakan waktu utama untuk menulis.
  9. Memanfaatkan waktu luang. Waktu luang bukanlah waktu utama, ibaratnya itu waktu bonus. Menulis diwaktu luang bukan kuwajiban, tetapi pembiasaan diri yang menguatan kebiasaan menulis di waktu utama.
  10. Menulis yang di alami. Menulis pengalaman sama dengan bercerita.
  11. Menulis yang dirasakan. Menulis yang dirasakan itu menulis secara bebas, tidak terjerat atau terbelenggu aturan-aturan atau kaidah-kaidah menulis. Mengalir sejalan dengan perasaan.
  12. Menulis selaras minat dan pekerjaan. Pekerjaan adalah kegiatan yang sangat akrab dengan pelakunya, karena itu pekerjaan sangat potensial untuk dikembangkan menjadi tulisan.
  13. Menulis dengan riang. Jika seorang dalam kondisi riang, maka orang tersebut dipenuhi passion atau gairah yang menyala-nyala dan menggugah dan tidak ada perasaan tertekan dan melupakan kecapekan.
  14. Menulis yang banyak. Semakin banyak seseorang menulis, semakin besar kemungkinan menghasilkan tulisan yang bagus.
  15. Read better write faster. Bacalah lebih baik, menulislah lebih cepat.
  16. Buatlah moto yang dasyat. Motto yang dasyat bisa mengetarkan, karenanya seorang perlu membuat motto yang dasyat sebagai pengingat bagi dirinya sendiri. Misalnya; menulis setiap hari, two book one year.
  17. Menulis dengan doa. Pada hakekatnya menulis itu bekerja. Karena itu ketika seorang menulis dari persiapan hingga akhir proses, orang tersebut wajib menmayunginya dalam doa.

Buku ini sangat recommended untuk orang yang baru memulai belajar menulis, penulis pemula dan bagi siapapun yang ingin mengembangkan diri menjadi penulis yang produktif.

Dengan membaca buku ini saya terinspirasi untuk melakukan  beberapa strategi yang diuraikan sesuai dengan kondisi yang saya alami. Menetapkan niat, menulis yang dialami, mengobarkan inspirasi dan menulis bebas. Recommended.

 

Penulis : Dwi Titik Irdiyanti

SMK N 6 Surakarta

6 thoughts on “SOS (Sopo Ora Sibuk)

  1. Mantab bu Titik….
    Strategi yg bagus…sangat menginspiratif. Menjadi ingin mencoba, tapi kendala saya susah mengatasi rasa malas…

  2. Sangat menginspirasi karena gaya menulisnya tidak monoton,mengisi waktu ,cara penulisan yg bebas,riang dan alami serta isinya mengandung doa dan harapan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *